Pergerakan positif mewarnai awal pekan perdagangan saham di bursa global tatkala saham perusahaan perangkat lunak enterprise ServiceNow (NOW) mencatatkan kenaikan tipis sebesar 1,6 persen pada sesi perdagangan Senin. Berdasarkan pantauan tim redaksi, dorongan utama penguatan ini berasal dari aksi penyesuaian target harga yang dilakukan oleh lembaga keuangan ternama terhadap saham emiten teknologi tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan pasar, revisi target harga yang cukup signifikan tersebut datang dari analis Cantor Fitzgerald, Thomas Blakey, yang menetapkan target baru di angka 174 dolar Amerika Serikat per lembar saham dari posisi sebelumnya di angka 141 dolar Amerika Serikat. Selain mengerek target harga, Blakey juga tetap mempertahankan rekomendasi overweight atau beli untuk saham teknologi khusus ini.
Menurut keterangan analis tersebut, lonjakan minat investor terhadap ServiceNow didorong oleh meningkatnya fokus pasar pada platform kecerdasan buatan (AI) otonom atau agentic AI yang berfokus pada aspek keamanan. Pemeriksaan lanjutan dengan para pelanggan menunjukkan bahwa mereka secara aktif melakukan peningkatan layanan ke tingkat yang lebih tinggi, yang pada gilirannya mendatangkan sumber pendapatan lebih besar bagi perusahaan.
Dukungan angin segar ini membuat sang analis optimis bahwa ServiceNow mampu mencapai target manajemen untuk meraup 30 persen dari total nilai kontrak tahunan yang bersumber dari teknologi AI pada tahun 2030 mendatang. Dari pengamatan tim redaksi, adopsi teknologi AI ini menjadi katalis penting dalam memulihkan performa saham perusahaan dari tekanan aksi jual massal yang sempat melanda sektor perangkat lunak sebelumnya.
Meskipun sempat terkoreksi cukup dalam dari titik puncaknya pada awal tahun ini, ServiceNow dinilai masih menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan berpotensi semakin melaju kencang berkat integrasi AI yang mendalam. Dengan valuasi saham yang terbilang rendah apabila disandingkan dengan potensi pertumbuhan berbasis AI tersebut, sejumlah kalangan memandang saham ini masih berada di area yang menarik untuk dikoleksi.