Berdasarkan pantauan tim redaksi pada perdagangan pasar saham Amerika Serikat hari Jumat, saham Microsoft (MSFT) mengalami lonjakan signifikan sebesar 3,66 persen menyusul pengumuman inovasi teknologi terbaru dari raksasa perangkat lunak tersebut. Kenaikan ini didorong oleh antusiasme investor terhadap peluncuran kemampuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terbaru untuk aplikasi Copilot yang telah didesain ulang.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, pembaruan utama pada Copilot mencakup integrasi penuh fungsionalitas aplikasi perkantoran populer seperti Word, Excel, dan PowerPoint secara langsung di dalam satu platform. Selain itu, terdapat fitur baru bernama Home yang mengintegrasikan layanan Chat serta Cowork, yakni sebuah alat berbasis agen AI yang dirancang khusus untuk mengeksekusi tugas-tugas rumit secara multi-langkah.
Menurut laporan keuangan dan data pasar di bursa NASDAQ, Microsoft juga memperluas kapabilitas Copilot dengan menghadirkan alat pemrograman berbasis bahasa alami yang intuitif serta fitur Autopilot. Perusahaan mendeskripsikan Autopilot sebagai rekan kerja digital yang mampu menambahkan fungsionalitas mirip agen personal ke dalam aplikasi tersebut.
Berdasarkan analisis dari Wall Street, para pelaku pasar kini semakin optimis terhadap prospek pertumbuhan Microsoft yang didorong oleh adopsi teknologi kecerdasan buatan. Analis Stifel, Brad Reback, secara resmi menaikkan peringkat saham Microsoft dari hold menjadi buy serta mendongkrak proyeksi harga sahamnya dari USD 530 menjadi USD 575.
Menurut Brad Reback, target harga baru tersebut mencerminkan potensi keuntungan sekitar 11 persen bagi para investor yang membeli saham di dekat harga penutupan hari Jumat sebesar USD 516,17. "Fitur baru Copilot diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan hingga mencapai tingkat pertengahan belasan persen dalam beberapa tahun mendatang," ujarnya.
Observasi lebih lanjut menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi juga diproyeksikan terjadi pada platform infrastruktur awan Microsoft Azure seiring dengan kemajuan pesat pada semikonduktor, model kecerdasan buatan sumber terbuka, serta peningkatan perangkat lunak pendukung lainnya.