Berdasarkan pengamatan tim redaksi dari rilis buku memoar terbaru CEO TKO Group Holdings Ari Emanuel yang berjudul "Roll the Calls: A Memoir", terungkap berbagai detail menarik mengenai kepergian kontroversial Vince McMahon dari WWE. Kepergian tersebut terjadi menyusul laporan investigasi Wall Street Journal yang mengungkap pembayaran uang tutup mulut kepada sejumlah wanita oleh mantan ketua WWE tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan POST Wrestling, Ari Emanuel pertama kali mengetahui laporan dari Wall Street Journal tersebut ketika dirinya sedang berada di Wimbledon. Dalam bukunya, ia menuliskan momen ketika dirinya menerima panggilan langsung dari Vince McMahon yang membantah tuduhan tersebut namun memilih untuk mundur demi kebaikan perusahaan.
"As I walked out of Wimbledon, Vince called and assured me the charges were false," tulis Emanuel dalam bukunya, yang juga menceritakan bagaimana McMahon sempat berniat menyerahkan kepemimpinan kepada putrinya sebelum akhirnya kembali mengambil alih kendali perusahaan.
Dari pantauan redaksi, situasi yang dinilai kacau tersebut mendorong Ari Emanuel untuk menawarkan solusi bisnis berupa penggabungan WWE dan UFC. Ide strategis ini akhirnya terealisasi dan membentuk TKO Group Holdings pada September 2023, di mana Vince McMahon sempat kembali untuk mengawasi proses transisi tersebut.
Berdasarkan buku tersebut, ketegangan kembali memuncak saat laporan lanjutan dari Wall Street Journal pada Januari 2024 membeberkan tuduhan pelecehan dan perdagangan seks yang diajukan oleh mantan karyawan WWE, Janel Grant. Berdasarkan keterangan dalam memoar, Mark Shapiro selaku Presiden TKO langsung menghubungi Emanuel untuk segera mendesak Vince McMahon keluar dari perusahaan sepenuhnya.