Saham Amazon (AMZN) saat ini berada di kisaran USD 244,41 atau turun lebih dari 11 persen dari titik tertinggi dalam 52 minggu terakhir yang dicapai pada Mei 2026. Penurunan ini menempatkan saham raksasa teknologi tersebut ke wilayah koreksi, meskipun kinerja fundamental perusahaan justru menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, divisi cloud Amazon Web Services (AWS) berhasil tumbuh 28 persen pada kuartal pertama, yang merupakan laju tercepat dalam 15 kuartal terakhir. Selain itu, margin operasional AWS mencatatkan rekor tertinggi, disokong oleh bisnis periklanan yang terus berkembang serta unit cip AI khusus Trainium yang telah mencapai laju pendapatan tahunan sebesar USD 20 miliar.
Menurut CEO Amazon Andy Jassy, tingkat profitabilitas perusahaan secara keseluruhan baru-baru ini mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. "Amazon tidak melakukan investasi AI bernilai fantastis ini hanya berdasarkan prasangka semata," ujar Andy Jassy mengenai komitmen ekspansi teknologi perusahaan.
Dari pengamatan tim redaksi, tekanan terhadap harga saham Amazon terutama dipicu oleh kekhawatiran investor terkait belanja modal (capex) perusahaan yang diperkirakan mencapai USD 200 miliar tahun ini. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan pusat data dan infrastruktur AI yang didanai melalui pinjaman, sehingga menekan arus kas bebas jangka pendek.
Meskipun pasar merasa cemas terhadap lonjakan utang dan pengeluaran besar tersebut, analisis fundamental menunjukkan bahwa prospek jangka panjang Amazon tetap solid. Pengamat menilai penurunan harga saham saat ini dapat menjadi peluang investasi secara bertahap seiring berlanjutnya reakselerasi bisnis AWS.