Berdasarkan laporan pasar energi terbaru, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan setelah prospek perundingan baru antara Amerika Serikat dan Iran kembali terbuka. Negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan ini berhasil mendinginkan reli harga yang sempat terjadi pada pekan sebelumnya, di mana kontrak berjangka ICE Brent bergerak melemah mendekati level USD 104 per barel.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Meskipun demikian, komentar dari Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan bahwa pihaknya "tidak menawarkan apa pun kepada Iran" menimbulkan keraguan di kalangan pelaku pasar. Sejumlah analis menilai negosiasi tersebut berpotensi menemui jalan buntu kembali, di tengah ketegangan geopolitik yang masih membayangi kawasan Timur Tengah.
Dari pantauan redaksi, tekanan turun terhadap harga minyak juga diperkuat oleh langkah Arab Saudi yang berhasil memulihkan aliran melalui pipa minyak East-West ke level sekitar 3,5 juta barel per hari. Pemulihan ini terjadi setelah penghentian sementara akibat serangan pesawat tanpa awak, meskipun kapasitas penuh sistem pipa tersebut masih membutuhkan waktu beberapa pekan ke depan.
Menurut pengamatan tim redaksi, pasar energi global saat ini tetap berada dalam kewaspadaan tinggi menghadapi dinamika geopolitik. Risiko dari kelompok Houthi serta pembatasan arus di Selat Hormuz masih menjadi ancaman nyata yang sewaktu-waktu dapat memicu volatilitas baru pada pasokan minyak mentah internasional.