Bursa saham di Amerika Serikat tercatat mengalami lonjakan pada perdagangan hari Jumat menyusul rilis data ketenagakerjaan yang berada di bawah ekspektasi pasar, sehingga meredakan kekhawatiran pelaku pasar akan potensi kenaikan suku bunga lanjutan dari bank sentral Federal Reserve. Berdasarkan pantauan redaksi, sektor finansial merespons positif data tersebut karena dianggap mengurangi tekanan inflasi dalam jangka pendek.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan resmi, sektor ketenagakerjaan di Amerika Serikat hanya mencatatkan penambahan sebanyak 29.000 lapangan pekerjaan pada bulan September, yang mana angka tersebut jauh tertinggal dari proyeksi para analis. Menanggapi situasi ini, Ken Mahoney dari Mahoney Asset Management menyampaikan pandangannya bahwa laporan tersebut mencerminkan kondisi yang tidak terlalu panas maupun terlalu dingin bagi perekonomian.
Menurut Ken Mahoney, "untuk Federal Reserve, angka-angka ini tidak membuat alasan untuk kenaikan suku bunga di bulan Oktober." Sentimen positif turut didukung oleh penurunan harga minyak dunia di tengah pertemuan negara-negara G7 yang membahas koordinasi penanganan harga bahan bakar yang tinggi.
Dari pantauan aktivitas pasar sekira 35 menit setelah pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average terpantau menguat sebesar 0,6 persen ke level 51.210,93. Sementara itu, indeks S&P 500 turut mengalami kenaikan sebesar 1,0 persen menjadi 7.742,87, dan indeks Nasdaq Composite yang sarat akan saham teknologi melonjak hingga 1,6 persen ke level 27.309,37.
Secara keseluruhan, pelaku pasar menyambut baik kombinasi antara pelemahan data tenaga kerja dan meredanya harga energi global yang memberikan angin segar bagi bursa saham Wall Street. Tim redaksi mengamati bahwa para investor kini terus memantau langkah lanjutan dari otoritas moneter global dalam menghadapi dinamika ekonomi terkini.