Dari pantauan redaksi, harga emas dunia mengalami lonjakan signifikan lebih dari 1 persen pada perdagangan hari Jumat menyusul rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang mengejutkan pasar. Laporan tersebut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turun drastis sekaligus memangkas ekspektasi pelaku pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve pada bulan ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan data pasar komoditas, harga emas di pasar spot melesat ke kisaran USD 4.223 per ons, sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat sempat menyentuh level tertinggi di sekitar USD 4.254. Pergerakan tajam ini dipicu oleh data penggajian non-pertanian atau nonfarm payrolls Amerika Serikat bulan September yang hanya mencatatkan penambahan 29.000 pekerjaan saja, jauh di bawah konsensus ekonom yang memperkirakan angka di kisaran 90.000 pekerjaan.
Menurut laporan lembaga keuangan Morgan Stanley, level USD 4.000 diproyeksikan akan terus bertindak sebagai batas bawah yang kokoh bagi pergerakan harga emas. Dukungan tersebut didorong oleh tingginya permintaan dari bank sentral, pembelian fisik di pasar, serta prospek penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang yang kembali menguat setelah rilis data tenaga kerja terbaru ini.
Berdasarkan analisis pasar global, penurunan probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve ke level sekitar 14 persen memberikan angin segar bagi aset lindung nilai tersebut. "Penurunan imbal hasil obligasi dan data tenaga kerja yang melemah menjadi katalis utama pemulihan harga emas setelah sempat tertekan pada awal pekan akibat kekhawatiran inflasi," ujar para analis keuangan.