Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech
/home / berita / Analisis Wall Street Terkait...
BERITA

Analisis Wall Street Terkait Proyeksi Saham Eli Lilly di 2026

Grafik pergerakan saham Eli Lilly dan analisis pasar Wall Street

Grafik pergerakan saham Eli Lilly dan analisis pasar Wall Street

Kinerja saham Eli Lilly kembali menjadi sorotan para pelaku pasar setelah mencatatkan reli impresif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan pantauan redaksi, saham perusahaan farmasi raksasa ini memang sempat mengalami perlambatan laju kenaikan sekitar 10,1 persen sepanjang tahun 2026, sehingga sedikit tertinggal dibandingkan indeks S&P 500. Meskipun demikian, valuasi sahamnya tetap tinggi dengan rasio harga terhadap pendapatan atau price-to-earnings ratio yang berada di kisaran 40 kali.

Menurut pengamatan tim redaksi, pertumbuhan jangka panjang Eli Lilly sangat ditopang oleh kesuksesan produk obat andalan mereka seperti tirzepatide yang dipasarkan sebagai Mounjaro dan Zepbound. Produk tersebut berhasil mendominasi pasar global sebagai salah satu obat terlaris di dunia untuk penanganan diabetes tipe 2 dan penurunan berat badan. Prospek pasar obat GLP-1 sendiri diprediksi terus meroket hingga ratusan miliar dolar dalam beberapa dekade mendatang menyusul perluasan cakupan medis di Amerika Serikat.

Berdasarkan data konsensus Wall Street, mayoritas analis memberikan rekomendasi beli untuk saham berkode NYSE:LLY ini dengan target harga rata-rata di level USD 1.325. Citigroup tercatat sebagai salah satu institusi keuangan yang paling optimis dengan target harga mencapai USD 1.600, sementara HSBC mengambil posisi yang lebih konservatif. Kuatnya portofolio paten hingga akhir 2030-an serta inovasi berkelanjutan dinilai menjadi modal utama perusahaan dalam menghadapi persaingan ketat di industri kesehatan global.

// TOPICS
#eli_lilly #wall_street #saham #investasi #mounjaro #zepbound #glp-1 #keuangan
Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.