Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech Bandar Bola Brocksfoodanddrink Tech
/home / ai / Saham Nvidia Diprediksi Meroket...
AI

Saham Nvidia Diprediksi Meroket 2028, Begini Panduan Investor Pemula

Grafik pergerakan saham Nvidia dan tren investasi kecerdasan buatan

Grafik pergerakan saham Nvidia dan tren investasi kecerdasan buatan

Bagi masyarakat yang baru mengenal dunia pasar modal, nama Nvidia tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Berdasarkan pantauan redaksi, perusahaan teknologi raksasa ini kini memegang status sebagai entitas paling bernilai di dunia dengan valuasi melampaui USD 5 triliun, didorong oleh peran krusial cip produksinya dalam revolusi kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Dalam catatan historis bursa, performa saham Nvidia dalam satu dekade terakhir terbilang fantastis dengan lonjakan melampaui 14.000 persen. Kendati pertumbuhan spektakuler serupa diprediksi tidak akan terulang persis dalam dekade berikutnya, analis melihat saham ini masih memiliki ruang besar untuk melonjak hingga tahun 2028 mendatang.

Menurut analisis pasar, salah satu metrik penting yang perlu dipahami investor pemula adalah price-to-earnings ratio atau rasio P/E. Saat ini, Nvidia diperdagangkan pada rasio P/E di angka 29, yang sedikit di atas rata-rata indeks S&P 500 di angka 25, namun hal ini dinilai wajar mengingat pertumbuhan pendapatan perusahaan yang melesat jauh lebih cepat.

Berdasarkan proyeksi Wall Street, Nvidia diestimasikan mencatatkan laba per saham atau EPS sebesar USD 15,68 pada tahun fiskal 2028. Jika tren pertumbuhan ini terus berlanjut seiring masifnya adopsi teknologi kecerdasan buatan global, valuasi saham perusahaan dipandang sangat atraktif bagi portofolio jangka panjang.

Bagi pemula yang tertarik masuk ke pasar, langkah awal yang harus dilakukan adalah membuka akun pialang melalui berbagai platform terpercaya seperti Robinhood, Interactive Brokers, E*TRADE dari Morgan Stanley, atau Charles Schwab. Penggunaan fitur pembelian saham fraksional juga memungkinkan investor memiliki sebagian kecil saham Nvidia tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam untuk satu lembar utuh.

Kendati prospek industri kecerdasan buatan tampak menjanjikan, tim redaksi mengingatkan bahwa seluruh instrumen investasi tetap mengandung risiko fluktuasi pasar. "Selalu pertahankan sudut pandang jangka panjang dan terus pantau perkembangan emiten secara berkala," ujar pengamat pasar mengingatkan pentingnya manajemen risiko dalam berinvestasi.

Jurnalis Teknologi Senior - AI & Software Development

Cici Puspasari adalah jurnalis teknologi ternama dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia teknologi digital. Spesialisasi dalam kecerdasan buatan, machine learning, dan pengembangan perangkat lunak. Mantan pengembang perangkat lunak yang beralih menjadi jurnalis untuk menyampaikan kompleksitas teknologi dengan cara yang mudah dipahami. Telah meliput berbagai konferensi teknologi global seperti Google I/O, Apple WWDC, dan Microsoft Build.