Saham perusahaan perangkat medis asal Irlandia, Medtronic, terus menghadapi tekanan di pasar Wall Street dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan pantauan redaksi, harga saham emiten ini tercatat turun lebih dari 7% sepanjang tahun 2026 dan merosot lebih dari 32% dalam kurun waktu lima tahun ke belakang, meskipun fundamental bisnisnya perlahan menunjukkan sinyal pemulihan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan keuangan kuartal pertama fiskal 2027 yang dirilis pada 1 September lalu, Medtronic sebenarnya membukukan kinerja yang cukup solid dengan perolehan pendapatan mendekati USD 9,8 miliar atau melonjak 13,7% secara tahunan (year-over-year). Kendati demikian, reaksi pasar justru cenderung lesu dan harga sahamnya terus mengalami koreksi sejak laporan tersebut dipublikasikan.
Di tengah kelesuan harga saham tersebut, pengamatan tim redaksi menunjukkan adanya peluang menarik bagi para investor jangka panjang. Penurunan harga saham secara akumulatif telah mendongkrak tingkat imbal hasil dividen (dividend yield) Medtronic hingga menyentuh angka 3,2%, yang nilainya setara dengan lebih dari tiga kali lipat rata-rata imbal hasil dividen indeks S&P 500.
Perusahaan juga mencatat pencapaian impresif dengan rekam jejak peningkatan dividen selama 49 tahun berturut-turut, menempatkannya hanya berjarak satu tahun lagi untuk resmi bergabung dalam kelompok elit Dividend Kings. "Peningkatan arus kas bebas membuat rasio pembayaran dividen turun ke kisaran 59%, sehingga memberikan ruang yang aman untuk kenaikan dividen lanjutan," ujar analis pasar.
Selain itu, pengamat mencatat bahwa strategi ekspansi melalui akuisisi tertarget yang dilakukan Medtronic—seperti pembelian CathWorks, Scientia Vascular, dan SPR Therapeutics—berperan penting dalam memperkuat portofolio lini bisnis kardiovaskular dan neurosmodulasi. Strategi ini diyakini mampu menjaga daya saing jangka panjang perusahaan di tengah ketatnya persaingan industri kesehatan global.