Di tengah masifnya penggunaan kecerdasan buatan, isu keamanan data dan privasi kembali menjadi sorotan utama setelah insiden tereksposnya percakapan pengguna melalui mesin pencari. Berdasarkan pantauan redaksi dari laporan industri teknologi, platform chatbot populer seperti ChatGPT, Google Gemini, Microsoft Copilot, dan Claude sebenarnya telah menyediakan berbagai fitur kontrol privasi bagi para penggunanya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Bagi pengguna ChatGPT, privasi dapat ditingkatkan dengan beberapa metode mudah, mulai dari menggunakan layanan tanpa akun, memanfaatkan mode "Temporary Chat" untuk topik personal, hingga menonaktifkan opsi pelatihan model melalui menu pengaturan. Menurut pengamatan tim redaksi, pengguna juga disarankan untuk secara berkala menghapus riwayat obrolan sensitif atau mencabut tautan publik yang pernah dibagikan ke media sosial.
Sementara itu, Google Gemini menawarkan fitur serupa melalui mode sementara atau temporary mode yang otomatis menghapus riwayat obrolan dalam kurun waktu 72 jam. Berdasarkan informasi dari panduan keamanan, menonaktifkan aktivitas penelusuran dan fitur memori pada "Personal Intelligence" juga menjadi langkah krusial agar data suara melalui Gemini Live tidak disalahgunakan untuk pelatihan sistem.
Untuk platform Microsoft Copilot dan Claude besutan Anthropic, pengguna memiliki kendali penuh untuk mematikan fitur pelatihan data teks maupun suara di dalam menu privasi. Berdasarkan analisis para ahli keamanan siber, menonaktifkan fitur memori otomatis serta mengelola tautan obrolan yang dibagikan secara publik akan meminimalisir risiko kebocoran informasi pribadi ke tangan yang tidak bertanggung jawab.