Kehadiran lini smartphone terbaru iPhone 18 Pro dan Pro Max di pasaran dalam beberapa pekan terakhir langsung menarik perhatian para pecinta gadget dan fotografi mobile. Salah satu fitur unggulan yang paling disorot pada perangkat tersebut adalah kamera utama dengan kemampuan variable aperture. Menanggapi inovasi baru ini, sejumlah pengembang aplikasi kamera pihak ketiga langsung bergerak cepat untuk menghadirkan pembaruan, termasuk aplikasi kamera populer yang sudah tidak asing lagi bagi pengguna perangkat iOS yaitu Halide.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, pembaruan Halide versi 3.2 resmi diluncurkan pada pekan ini dengan membawa berbagai fitur canggih bagi para pengguna iPhone 18 Pro sekaligus memberikan sejumlah peningkatan menarik untuk seluruh pengguna iPhone secara umum. Meskipun pengguna iPhone 18 Pro sudah bisa menikmati pengaturan bukaan lensa langsung dari perangkat baru mereka, aplikasi Halide terbukti selangkah lebih maju dibandingkan aplikasi kamera bawaan buatan Apple.
Melalui fitur terbarunya, aplikasi ini memberikan kebebasan penuh kepada fotografer mobile untuk memilih nilai f-number sesuai kebutuhan kreatif mereka. "While the default iPhone camera app lets you choose from four presets, Halide lets you select any f-number from ƒ/1.48 down to ƒ/4.0. Feeling like ƒ/2.1? Ok! You want ƒ/3.89? Go for it, freak," ujar pendiri Halide, Ben Sandofsky, menjelaskan fleksibilitas kontrol bukaan lensa yang ditawarkan oleh aplikasinya.
Selain kontrol aperture variabel yang sangat fleksibel, pembaruan ini juga memperkenalkan mode Aperture Priority baru yang bekerja mirip dengan kamera profesional standar. Menurut pengamatan tim redaksi, mode ini memungkinkan pengguna untuk memilih target aperture tertentu, seperti f/1.48, sementara sistem Halide secara otomatis akan menentukan kecepatan rana atau shutter speed serta nilai ISO yang paling ideal untuk menghasilkan foto berkualitas tinggi.
Berbicara mengenai sensitivitas cahaya, ulasan mendalam yang diterbitkan oleh PetaPixel pada iPhone 18 Pro Review mencatat bahwa aplikasi kamera bawaan Apple masih memiliki kekurangan berupa ketiadaan kontrol ISO manual. Apple dinilai melewatkan salah satu elemen penting dalam segitiga eksposur fotografi demi memaksimalkan teknologi exposure blending mereka. Kendati demikian, Halide tidak terikat oleh batasan tersebut dan menyertakan fitur kontrol ISO manual penuh yang dapat dinikmati oleh berbagai model iPhone, tidak terbatas hanya pada seri iPhone 18 Pro.
Bagi para pengguna model perangkat di luar seri 18 Pro, pembaruan Halide 3.2 turut memperkaya pengalaman memotret dengan menghadirkan dua pilihan gaya warna baru di dalam aplikasi, yaitu Quicksilver dan Dawn. Sebelumnya, sistem Looks pada Halide 3.0 dikembangkan secara khusus bersama colorist profesional asal Hollywood, Cullen Kelly, guna mengoptimalkan gamut warna yang luas dan kemampuan sensor gambar tingkat lanjut dari perangkat Apple.
Gaya Quicksilver dirancang khusus untuk menghasilkan tampilan kontras tinggi dengan palet warna yang diredam, menciptakan estetika visual di antara fotografi berwarna dan hitam-putih. Sementara itu, opsi Dawn menawarkan nuansa yang lebih lembut dengan kehangatan ala film seluloid pada bagian midtones serta highlights, dipadukan dengan bayangan yang lembut dan sedikit sejuk. "Honestly, this has turned into one of my favorite Looks," tambah Ben Sandofsky mengenai gaya penyuntingan favoritnya tersebut.
Dari pantauan informasi harga yang tersedia, aplikasi Halide 3.2 kini sudah bisa diunduh sebagai pembaruan gratis bagi pengguna lama. Sementara itu, bagi pengguna baru yang mengunduh Halide Mark III, akses fitur secara penuh memerlukan pembelian berlangganan atau pembelian sekali bayar seharga $69.99 untuk akses seumur hidup, opsi tahunan seharga $9.99 untuk fitur kamera dan editor, serta tier tahunan seharga $19.99 yang sudah mencakup tutorial fotografi interaktif di dalam aplikasi.