Kabayan Tech Kabayan Tech
/home / berita / SpaceX Resmi Masuk Indeks...
BERITA

SpaceX Resmi Masuk Indeks Nasdaq-100, Saatnya Beli Sahamnya?

Peluncuran roket SpaceX yang menjadi simbol kesuksesan komersialisasi industri antariksa global

Peluncuran roket SpaceX yang menjadi simbol kesuksesan komersialisasi industri antariksa global

Langkah besar baru saja dicatatkan oleh Space Exploration Technologies atau yang lebih populer dikenal sebagai SpaceX. Berdasarkan laporan terbaru dari fool.com, perusahaan antariksa besutan Elon Musk ini resmi bergabung dalam indeks bergengsi Nasdaq-100. Masuknya SpaceX ke indeks tersebut otomatis mewajibkan seluruh instrumen investasi yang melacak Nasdaq-100 untuk memiliki saham berkode emiten SPCX ini, yang biasanya memicu aksi beli massal di pasar saham Amerika Serikat.

Kendati masuknya sebuah emiten ke indeks utama kerap membuat harga saham meroket, dari pantauan redaksi, fenomena tersebut justru belum terjadi pada SpaceX. Harga sahamnya terpantau mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir setelah pengumuman tersebut. Banyak analis menilai bahwa sentimen positif dari masuknya SpaceX ke Nasdaq-100 kini telah berakhir, karena lonjakan permintaan dari pengelola dana indeks hanya bersifat momentum satu kali saja.

Menurut pengamatan tim redaksi, salah satu sinyal peringatan yang perlu diwaspadai investor adalah posisi harga saham SpaceX yang kini diperdagangkan di bawah harga debutnya sebesar 150 dolar AS per lembar. Bagi sebagian investor ritel, penurunan ini dianggap sebagai peluang emas untuk mengoleksi salah satu saham paling populer di dunia dengan harga diskon. Namun bagi sebagian lainnya, situasi ini menjadi sinyal bahwa euforia pasar terhadap industri antariksa mulai meredup.

Berdasarkan data keuangan tahun 2025, SpaceX berhasil membukukan pendapatan sebesar 18,7 miliar dolar AS dengan laju pertumbuhan mencapai 33 persen. Namun, dengan kapitalisasi pasar fantastis yang menyentuh angka 1,95 triliun dolar AS, valuasi saham SpaceX saat ini dinilai terlampau mahal karena dihargai 104 kali lipat dari nilai penjualannya. Terlebih lagi, raksasa teknologi ini belum mencetak profitabilitas konsisten, sehingga rasio harga terhadap laba bersih belum bisa diukur.

Banyak analis pasar modal menilai ekspektasi yang disematkan pada SpaceX sudah terlanjur terlalu tinggi. Perusahaan ini membutuhkan pertumbuhan masif yang konsisten selama beberapa tahun ke depan hanya untuk menyamai valuasinya saat ini. Oleh karena itu, para ahli menyarankan investor untuk tetap bersikap rasional dan tidak terburu-buru mengambil posisi besar sebelum ada kepastian kinerja fundamental yang lebih solid.

Selain faktor valuasi, pasar juga dibayangi oleh potensi tekanan jual yang besar di masa mendatang. Menurut ketentuan pasar modal setempat, periode penguncian saham atau "lockup period" bagi investor internal akan segera berakhir secara bertahap dalam satu tahun ke depan. Dari pantauan redaksi, berakhirnya masa penguncian ini berisiko memicu aksi ambil untung massal oleh para orang dalam perusahaan, yang berpotensi meningkatkan volatilitas harga saham SpaceX akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan di pasar.

Spesialis Gadget & Hardware Review

Saadat Salahudin adalah penggemar gadget dan pakar hardware dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang review produk teknologi. Berbasis di Jakarta, ia telah menguji ribuan perangkat dari smartphone, laptop, hingga perangkat IoT. Analisisnya yang mendalam dan objektif tentang performa hardware, desain, dan nilai produk sangat dihargai oleh para pembaca. Ia sering diundang sebagai pembicara di berbagai acara teknologi dan peluncuran produk.