Berdasarkan laporan terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ketertarikannya terhadap wacana pelarangan ekspor bahan bakar diesel demi menurunkan harga bagi para petani serta pengemudi truk di tengah lonjakan biaya energi. Menurut keterangan yang disampaikan saat sesi wawancara di Perserikatan Bangsa-Bangsa, gagasan tersebut kini sedang dikaji secara mendalam oleh jajaran pemerintahannya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam keterangannya kepada awak media, Donald Trump menyatakan, "Saya telah membahas hal ini dengan tim saya dan kami sedang mempelajarinya." Pernyataan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent, yang menyebutkan bahwa pihak kementerian sedang meneliti kelayakan kapasitas kilang minyak terkait potensi penerapan larangan penuh maupun sebagian.
Observasi tim redaksi menunjukkan bahwa lonjakan harga diesel hingga mencapai USD 6,50 per galon—yang dipicu oleh konflik di Iran—telah memicu tekanan politik yang besar dari para petani di berbagai negara bagian kunci menjelang pemilihan umum paruh waktu. Sejumlah politisi dari Partai Republik berupaya merespons keluhan konstituen mereka dengan mendukung kebijakan intervensi pasar yang cepat.
Kendati demikian, sejumlah pelaku industri dan pakar energi melontarkan kritik tajam terhadap wacana tersebut. Menurut Dan Eberhart, seorang pemilik perusahaan jasa minyak, penurunan harga ritel diesel diperkirakan hanya bersifat sementara dan terbatas secara geografis pada wilayah yang berdekatan langsung dengan kilang minyak.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Matt Randolph, seorang eksekutif industri minyak berpengalaman, yang menilai kebijakan tersebut sebagai langkah keliru. Menurut Randolph, "Ini adalah ide yang bodoh, karena pembatasan ekspor tidak akan menambah pasokan diesel secara global dan justru berisiko memicu penurunan produksi kilang serta lonjakan harga bahan bakar jenis lain seperti bensin dan bahan bakar pesawat."