Praktik penetapan harga Single Sign-On (SSO) pada perangkat lunak korporat atau enterprise software sering kali dikritik karena dianggap melemahkan standar keamanan siber. Berdasarkan pantauan tim redaksi, banyak vendor SaaS yang sengaja mengunci fitur keamanan penting ini di balik paket berlangganan paling mahal, sehingga memaksa perusahaan kecil dan menengah memilih untuk melewatkannya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut analisis industri teknologi, rata-rata 37 persen aplikasi SaaS di perusahaan tidak dikelola menggunakan SSO, yang kemudian menciptakan celah keamanan kritis akibat ketergantungan pada kata sandi yang lemah. Berdasarkan laporan dari pengamat IT Bradley Chambers, beban biaya tambahan ini membuat perusahaan kerap mengabaikan aspek autentikasi yang krusial bagi perlindungan data organisasi.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, solusi atas permasalahan serupa sebenarnya sudah pernah diterapkan secara sukses pada sektor pendidikan melalui platform Clever yang menggratiskan layanan SSO bagi sekolah. Model bisnis tersebut membalikkan keadaan dengan mengenakan biaya kepada vendor aplikasi yang ingin bergabung ke dalam galeri platform, alih-alih membebankannya kepada pengguna akhir.
Menurut para ahli teknologi, langkah strategis bagi Apple untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengintegrasikan sistem identitas serupa ke dalam ekosistem perangkatnya seperti macOS dan iOS. Dengan memanfaatkan posisi dominannya di pasar korporat, Apple dinilai mampu memimpin inisiatif untuk menghapus pajak SSO demi menciptakan lingkungan digital yang jauh lebih aman.