Berdasarkan pantauan tim redaksi, kemunculan perangkat lipat pertama besutan Apple, iPhone Duo, telah dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi kejahatan siber berupa penipuan pre-order palsu. Berdasarkan laporan dari firma keamanan Malwarebytes, iklan penipuan tersebut menjanjikan potongan harga sebesar USD 500 bagi pengguna yang tergiur melakukan pemesanan awal lebih cepat dari jadwal resmi Apple pada 16 Oktober mendatang.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pengamatan redaksi, halaman web palsu tersebut didesain sangat meyakinkan dengan mencatut logo, gaya bahasa, hingga hak cipta resmi milik Apple tanpa adanya kesalahan tata bahasa yang mencolok. Namun, aksi pencurian data menggunakan eksploitasi DarkSword ini langsung bekerja secara otomatis di latar belakang begitu peramban membuka tautan berbahaya tersebut, bahkan tanpa perlu mengeklik tombol apa pun.
Berdasarkan analisis keamanan, eksploitasi ini mengincar perangkat iPhone dengan versi sistem operasi tertentu yang belum diperbarui, di mana skrip berbahaya langsung mengincar kata sandi, riwayat panggilan, foto, hingga dompet kripto pengguna. "Muatan berbahaya tersebut mengincar berbagai informasi sensitif termasuk data dompet kripto serta catatan pribadi di perangkat korban," ujar tim peneliti keamanan dalam laporannya.
Dari pantauan tim redaksi, terdapat beberapa kejanggalan pada formulir pemesanan palsu tersebut, seperti pilihan warna natural titanium padahal iPhone Duo hanya dirilis dalam balutan warna star white dan night sky. Oleh karena itu, para pengguna diimbau untuk selalu memperbarui perangkat lunak ke versi terbaru melalui menu pengaturan serta menghindari tautan promosi mencurigakan di media sosial.