Di tengah maraknya manipulasi media digital, sebuah aplikasi deteksi kecerdasan buatan (AI) bernama Verdict hadir untuk membantu pengguna membedakan antara konten asli dan buatan. Berdasarkan pantauan redaksi, aplikasi ini dirancang khusus untuk perangkat iPhone, bekerja secara offline, serta tidak memerlukan pembuatan akun pengguna untuk mulai melakukan pemindaian foto maupun video.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam pengoperasiannya, Verdict menawarkan kemudahan di mana pengguna cukup memilih foto atau video untuk dipindai, dan aplikasi akan menampilkan skor dari 0 hingga 100 beserta bukti pendukungnya. Menurut penjelasan pengembang, untuk analisis foto, aplikasi memeriksa sinyal dari model deteksi AI, metadata kamera, serta derau sensor. Sementara untuk video, Verdict mengambil sampel 15 bingkai dan menggunakan hasil median sebagai acuan.
Dari pantauan dan uji coba yang dilakukan oleh tim redaksi, hasil yang diberikan bervariasi tergantung pada media yang diuji. "Gambar taman mendapatkan hasil 51 persen asli, sedangkan foto rumah ditandai 100 persen asli," tulis laporan tersebut. Namun, pengujian pada video konser menunjukkan hasil kontradiktif ketika rekaman kamera asli justru dilabeli 100 persen buatan AI oleh sistem.
Temuan tersebut menegaskan bahwa skor keyakinan yang tinggi dari sebuah aplikasi pendeteksi tetap harus disikapi secara kritis. Faktor pencahayaan, gerakan, maupun pemrosesan video dapat memengaruhi akurasi sistem, sehingga pengguna diimbau untuk selalu memeriksa sumber dan konteks sebelum mempercayai hasil analisis otomatis.