Bursa Malaysia diprediksi bakal kembali diramaikan oleh aksi beli atau bargain hunting pada pekan mendatang, seiring koreksi harga yang dinilai telah membawa valuasi saham unggulan ke level yang lebih menarik bagi para investor.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi dari pantauan dinamika pasar keuangan global dan regional, pergerakan Indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI (FBM KLCI) diperkirakan akan bergerak di kisaran 1.660 hingga 1.690 sepanjang pekan depan.
Menurut Vice-President of Equity Research Rakuten Trade Sdn Bhd Thong Pak Leng, investor saat ini masih harus bersikap hati-hati terhadap pasar keuangan Malaysia akibat imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang tinggi serta ketegangan geopolitik yang terus membayangi aliran dana regional.
Thong Pak Leng menjelaskan bahwa level Relative Strength Index (RSI) milik FBM KLCI yang berada di angka sekitar 35 menunjukkan posisi yang mendekati area jenuh jual, sehingga membuka peluang munculnya aksi bargain hunting pada saham-saham berkapitalisasi besar yang fundamentalnya kuat.
"Dengan nilai relative strength index FBM KLCI di kisaran 35, mendekati wilayah jenuh jual, kami memperkirakan aksi bargain hunting akan muncul pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki fundamental kuat, terutama perbankan dan saham defensif, jika kondisi eksternal stabil," ujarnya kepada Bernama.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa level 1.670 masih menjadi titik resistance penting yang berpotensi membatasi ruang pemulihan jangka pendek dari indeks acuan tersebut di tengah sentimen global yang dinamis.
Selain faktor domestik, perhatian para pelaku pasar regional juga akan tertuju pada rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) dari China serta laporan ketenagakerjaan dari Amerika Serikat yang diyakini mampu mempengaruhi arah pergerakan imbal hasil obligasi global.