Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kembali memicu perdebatan sengit setelah salah satu pendiri Apple Inc., Steve Wozniak, menyampaikan peringatan kontroversial mengenai dampaknya terhadap masa depan umat manusia.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi dari unggahan media sosial X, Wozniak menyatakan bahwa ia memiliki sudut pandang unik di mana AI berpotensi menggantikan manusia karena semakin banyak orang yang jatuh cinta pada chatbot hingga mengabaikan keinginan untuk memiliki keturunan biologis.
Kekhawatiran tersebut sejalan dengan studi dari Northeastern University baru-baru ini yang mengungkapkan bahwa para pengguna mulai mengembangkan keterikatan emosional yang intens terhadap chatbot, meskipun sistem tersebut tidak memiliki kemampuan merasakan empati secara nyata.
Di sisi lain, analis Deepwater Asset Management, Gene Munster, memiliki pandangan optimis dengan menyatakan bahwa bot AI yang dipersonalisasi akan segera memukau para pengguna teknologi sehari-hari dalam waktu satu tahun ke depan.
Menurut pengamatan tim redaksi, tren positif ini turut membawa angin segar bagi sejumlah perusahaan teknologi besar termasuk Space Exploration Technologies Corp. (SpaceX), Apple, Meta Platforms Inc., dan Cognition AI, Inc.
Dalam keterangannya, Munster menambahkan bahwa perusahaannya telah menguji coba berbagai sistem seperti Siri, Grok, Meta Muse, Poke, dan Gemini Spark dari Alphabet Inc., serta melihat peningkatan utilitas yang sangat signifikan untuk tugas-tugas harian.
Sementara itu, isu keamanan AI terus menjadi sorotan utama setelah OpenAI memutuskan membatalkan peluncuran GPT-6.1 Astra demi menjaga standar keamanan internal yang ketat di tengah meningkatnya kekhawatiran global.
Berdasarkan laporan pasar, saham SpaceX tercatat mengalami penguatan sebesar 2,59 persen ke level 149,24 dolar AS dengan tren harga yang dinilai positif dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang menurut pemeringkatan bursa.