Berdasarkan pantauan redaksi pada perdagangan Rabu (30/9), pasar saham Amerika Serikat bergerak bervariasi menjelang akhir sesi perdagangan dengan tekanan jual yang cukup terasa pada beberapa sektor utama. Indeks Dow Jones dilaporkan mengalami koreksi melebihi 200 poin di tengah dinamika pasar keuangan global yang terus dipantau ketat oleh para investor.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan data perdagangan, indeks Dow Jones tercatat turun 0,42 persen ke level 51.135,81. Sebaliknya, indeks NASDAQ justru mencatatkan penguatan sebesar 0,86 persen menjadi 27.028,35, diikuti oleh indeks S&P 500 yang turut mendaki 0,32 persen ke posisi 7.695,23.
Menurut pengamatan tim redaksi, sektor teknologi informasi memimpin penguatan bursa dengan kenaikan mencapai 1,2 persen. Di sisi lain, saham-saham barang konsumsi primer (consumer staples) justru memimpin zona merah setelah melemah sebesar 1,2 persen pada sesi perdagangan yang sama.
Dalam berita emiten utama, Conagra Brands Inc (NYSE:CAG) berhasil menarik perhatian investor setelah mengumumkan laporan keuangan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi pasar. Perusahaan mencatatkan laba disesuaikan sebesar 41 sen per saham, mengalahkan estimasi konsensus yang berada di angka 28 sen per saham, dengan total penjualan mencapai USD 2,596 miliar.
Dari pasar komoditas global, harga minyak mentah dunia terpantau naik 1,3 persen menjadi USD 90,52 per barel. Sementara itu, komoditas logam mulia seperti emas turut menguat 0,8 persen ke level USD 4.213,50, perak naik tipis 0,2 persen, dan tembaga menguat 0,3 persen.
Sementara itu, bursa saham di kawasan Eropa bergerak di zona merah dengan indeks STOXX 600 melemah 0,3 persen. Berbeda dengan Eropa, pasar saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup bervariasi Cenderung menguat, dipimpin oleh lonjakan indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 1,94 persen.